World

Presiden Jokowi Minta Para Menteri Hentikan Polemik Kasus Pencatutan Nama

jokowi
Irina Jusuf
Written by Irina Jusuf
Sekretaris kabinet Pramono Anung menekankan, publik terus memantau dari waktu ke waktu perkembangan penyelesaian kasus pencatutan nama Presiden Jokowi yang diduga melibatkan Ketua DPR Setya Novanto, di Majelis Kehormatan Dewan.

Kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia terus bergulir. setelah Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan kasus itu ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, masyarakat melalui jejaring media sosial menuntut agar MKD menyelenggarakan sidang terbuka terkait penuntasan kasus itu.

Terkait hal ini, Presiden Joko Widodo melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Bogor Jakarta Senin, 23 November 2015, berpendapat, kasus tersebut sudah menjadi kewenangan dari MKD, dan Presiden, tegas Pramono, tidak akan mencampuri proses persidangan di MKD. menurut Pramono, Presiden Jokowi, juga meminta kepada para menteri, agar tidak terus berpolemik menyangkut masalah ini.

Sebagaimana diketahui, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman said, menyerahkan laporan kepada MKD tentang adanya politikus anggota DPR yang bertemu dengan seorang pengusaha berinisial R dan petinggi Freeport berinisial MS. Pertemuan itu dilakukan di luar gedung DPR untuk membicarakan kontrak PT Freeport Indonesia. Dalam pertemuan itu lanjut sudirman said, politikus anggota dewan yang kemudian diketahui adalah ketua DPR Setya Novanto, menjamin adanya perpanjangan kontrak karya PT Freeport. selain meminta jatah saham yang katanya untuk Presiden dan Wakil Presiden, Setya Novanto diduga juga meminta jatah 49 persen saham sebuah pembangkit listrik di papua.

About the author

Irina Jusuf

Irina Jusuf